Ikan lele adalah ikan yang sangat populer. Pemeliharaan yang relatif mudah dan tidak membutuhkan syarat yang "njlimet" membuat sebagai besar masyarakat petani ikan terutama di pulau Jawa membudidayakannya.
Sentra-sentra budidaya ikan lele cukup merata, misalnya di Jombang, Tulungagung dan hampir seluruh wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat hingga Sumatera. hampir seluruh wilayah pulau Jawa dan sebagian wilayah di Indonesia menjadi produksi lumbung produksi ikan lele ini.
Seiring laju pertumbuhan area budidaya yang semakin luas dan jumlah pembudidaya yang semakin besar, kebutuhan benih lele juga semakin meningkat. Tidak kurang dari 70 juta ekor benih ikan lele per-bulan dikeluarkan dari UPR (Unit Pembenihan Rakyat) di Jawa Timur.
Hanya saja, masyarakat petani ikan lele merasakan memelihara ikan lele tidak semudah dulu, seperti 15 tahun yang lalu, lele sekarang dirasakan lebih lambat tumbuhnya, mudah stress dan kurang efisien. Memang banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti faktor lingkungan dan penyakit yang berubah-ubah.
Bila kita telaah, ada faktor yang kurang tersentuh selama bertahun-tahun, Apakah itu (opo kui) ? Induk dan Benih, sebagaimana kita ketahui bahwa lele dumbo yang dibudidayakan sekarang ini adalah lele hybrid yang seharusnya rutin dikeluarkan induknya oleh lembaga tertentu yang punya kapabilitas dalam produksi induk, tetapi praktik yang terjadi adalah UPR-UPR menggunakan induk yang sama dan anakannya untuk produksi benih selama bertahun-tahun tanpa ada peremajaan ataupun induksi induk yang baru. Hal ini yang kemungkinan besar menyumbang kemunduran sifat baik yang dulu pernah dirasakan.
Apakah MASAMO itu ?
Masamo adalah Unit Pembenihan Lele PT. Matahari Sakti yang berlokasi di Jawa Timur, saat ini hatchary MASAMO melakukan proses pembenihan dan pemuliaan induk lele menggunakan induk impor Clarias gariepinunus (lele Afrika) dan Clarias macrocephalus (lele Asia Tenggara). Lele Afrika dipilih karena produktivitasnya yang tinggi, pertumbuhannya cepat, dan stress tolerance yang tinggi. Tetapi karena sifat kanibalnya juga tinggi maka perlu dilakukan proses breeding lanjutan dengan beberapa strain unggul lokal yang saat ini sudah dikumpulkan di hatchary Sukabumi Masamo dari Sukabumi (Sangkuriang), Paiton dan lokal Dumbo dengan metode line breeding, mild line intense breeding, dan hibridisasi. Akhir tahun kemarin akan didistribusikan induk lele MASAMO yang merupakan induk lele Afrika (Clarias gariepinus SP).









