RSS

Lele Masamo Generasi Baru Lele Unggul

pepatah mengatakan "tak ada gading yang tak retah" demikian pula 
dengan Lele Masamo, masih butuh proses panjang dan 
berkesinambungan untuk membuatnya lebih baik lagi.


sejak diintroduksi ke Indonesia pada era tahun 80-an, Lele Dumbo serta merta mengambil alih perhatian petani ikan lele nasional yang semula membudidayakan lele lokal (Clarias batrachus). Tidak heran, karena Lele Dumbo tumbuh jauh lebih cepat dan lebih mudah dipelihara. Pola yang sama juga berlaku pada hatchary (pembenihan) yang notebene didominasi oleh UPR (Unit Pembenihan Rakyat) yang otomatis beralih hanya memijahkan Lele Dumbo. Pembenihan-pembenihan baru bermunculan bak jamur dimusim hujan, sebuah reaksi spontan dan permintaan benih lele yang begitu tinggi.
Lele Dumbo adalah hybrid dari 2 macam persilangan, yakni lele Afrika (Walking Catfish, Garias ganepinus) dengan lele Asia Tenggara (Big head catfish, C. macrocephalus) dan C. gariepinus dengan C. fascus. Meski rasanya tak senikmat lele lokal, secara perlahan masyarakat konsumen juga bisa menerima lele Dumbo ini sebagai menu mereka. Sempurna ! Pembenihan Oke, pembesaran Oke, pasar juga menerima.
Seolah terbuai dengan kondisi yang begitu nikmat ini, bertolak belakang dengan kondisi diatas, penelitian dan pengembangan lele dumbo seolah adem ayem saja. Apa yang terjadi selanjutnya bisa ditebak, banyak terjadi kemunduran-kemunduran sifat-sifat yang baik yang semula menjadi strength point lele dumbo. Mulai banyak penyakit outbreak, SR (survival rate, sintasan) rendah di pembenihan, efisiensi pakan yang rendah dipembesaran, pertumbuhan lambat dan lain-lain. Beberapa strain lele baru kemudian bermumculan, salah satunya produk unggulan dari BBPAT Sukabumi Jawa Barat, lele Sangkuriang yang sudah lebih dulu membumi dikalangan pembudidaya lele.
PT. MS sebagai salah satu perusahaan pakan ikan yang sangat concern terhadap petani ikan lele membuat gebrakan serius dengan membuat harchery lele MASAMO. Meskipun baru beroperasi sekitar 3 tahun yang lalu (sejak 2008), sudah melakukan banyak kegiatan breeding dengan misi utama menghasilkan ikan calon induk lele unggul MASAMO untuk customer MS khususnya dan petani ikan lele pada umumnya. Dalam proses kegiatan breeding ini hatchery MASAMO banyak mendapat supervisi dari BBPBAT Sukabumi dan para pakar dai kalangan akademik dan universitas.
Langkah strategis pertama yang ditempuh adalah melakukan Germ-Plasm dengan jalan pengumpulan strain-strain unggul seperti yang memeiliki pertumbuhan cepat, stress tolerance tinggi, tahan penyakit dan stress, serta efisien terhadap pakan. Sumber plasmanutfah sebagai GGPS (Great Grand Parental Stock) dan GPS (Grand Parental Stock) ini diperoleh dari dalam maupun luar negeri. Alhamdulillah, hingga saat ini tidak kurang dari 5 strain unggul sedang dikembangkan di hatchary MASAMO.
Pengembangan induk di hatchary MASAMO mengadopsi konsep Genetic Improvement melalui pola Controlled Breeding. Hibridisasi dan Seleksi. Metode perbanykan induk juga mengikuti protokol pernbanyakan induk yang benar. pepatah mengatakan, tak ada gading yang tak retak. Demikian pula dengan lele MASAMO, masih butuh proses panjang dan berkesinambungan untuk membuatnya lebih baik lagi. Saat ini proses-proses penting itu masih dan Insya Allah akan terus berlangsung. Masih ada MASAMO generasi 2 dan MASAMO hybrid yang sedang menunggu pengujian. Salam SUKSES.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar